Sejumlah anak yatim menerima santunan dari Unit Pengumpul Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) Podoroto.
Santunan tersebut di serahkan secara door to door kepada 16 anak yatim se Desa Podoroto dengan tetap menggunakan prokes yang ketat.
"Kita adakan penyantunan untuk anak yatim secara langsung kepada penerima manfaat, karena melihat situasi yang ada masih pandemi dan masih berlakunya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat," kata M Irwani N Umam, Wakil Ketua PRNU Podoroto.
Sementar itu Ketua Ranting NU Podoroto, H. Ismail mengatakan pemberian santunan ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat dan jam’iyah Nahdlotul Ulama di Desa Podoroto kepada anak-anak yatim.
"Anak-anak yatim merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Semoga pemberian santunan ini secara tidak langsung dapat memberikan kebahagiaan bagi mereka, selain itu semoga dengan adanya kegiatan ini membawa berkah bagi masyarakat serta mendorong terwujudnya Desa Podoroto yang agamis dan makmur" imbuhnya.
Anak-anak yatim piatu merupakan amanah yang Allah berikan kepada manusia yang berakal terutama bagi kalangan yang mampu. Mereka diamanahkan untuk disantuni sebagaimana menyantuni diri sendiri dan keluarga.
Dalam tarikh Islam diceritakan, tauladan kita Nabi Muhammad SAW telah yatim piatu sejak kanak-kanak. Ketika dalam masa kandungan, ayah beliau Abdullah meninggal. Lalu beranjak umur enam tahun, ibunya turut meninggal dunia. Beliau (Nabi Muhammad, red) sejak kecil telah mendapat cobaan yang sangat berat, memikul beban hidup sebagai seorang anak yang yatim dan piatu. Meski begitu, atas rahmat Alloh SWT, Muhammad menjadi manusia hebat, beliau diangkat nabi dan rasul, manusia terbaik se-alam semesta, manusia yang menjadi tauladan kita semua.
"Pelajaran yang bisa diambil, kepada anak-anakku semua jangan minder dengan keadaan. Semuanya tetap harus sabar dan optimis menghadapi kehidupan ini," pesannnya.
Yatim atau tidak, asal tekun ibadah, rajin sekolah, manut (menurut) kepada orang tua dan orang-orang sholeh. InsyaAllloh bisa menjadi manusia yang sukses dan yang berguna bagi sesama.
“Untuk itu saya berpesan kepada anak-anakku, jangan meninggalkan sholat lima waktu. Kalau sore harus rajin ikut ngaji TPQ di masjid atau mushola sekitar rumahnya.” pungkas H. Ismail.
Pewarta : M Irwani